Pengertian dan instrument pasar modal

Apasih pasar modal itu ? mungkin selintas di benak anda telah atau pernah berfikir mengenai apasih pasar modal, saham, obligasi, reksadana. Kali ini saya akan membahas Pengertian dan instrumen pasar modal beserta lainnya.

 

Sebelum membaca  jangan lupa untuk melakukan share link web ini dengan membagikannya ( melalui akun atau social media anda ). Jika ingin berbagi dengan teman atau sanak saudara, anda dapat mengklik tombol social media disamping / di akhir artikel.

Terimakasih dan selamat membaca.

Pengertian dan instrument pasar modal
Apasih pasar modal itu ? Pengertian dan instrument pasar modal

Pengertian dan instrument pasar modal yang pertama kali akan kita bahas adalah pengertian pasar modal

Pengertian Pasar modal

Menurut Undang-Undang Pasar Modal No.8 Tahun 1995 adalah kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Efek adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan hutang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti hutang, unit penyertaan investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivatif dari efek.

Yang dimaksud dengan instrument pasar modal adalah semua surat-surat yang berharga (securities) yang diperdagangkan di bursa . instrument pasar modal ini biasannya bersifat jangka panjang.

Saham merupakan tanda penyertaan modal pada suatu perseroan terbatas. Dengan memiliki saham, suatu perusahaan, maka manfaat yang diperoleh antarannya sebagai berikut.

  1. Bagian dari keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemilik saham.
  2. Capital Gain. Adalah keuntungan dari selisih harga jual dengan harga belinya.
  3. Manfaat non-finansial yaitu timbulnya kebanggaan dan kekuasaan memperoleh hak suara dalam menentukan jalannya perusahaan.

Baca : Manfaat saham

 

Dari berbagai jenis saham yang dikenal di bursa, yang diperdagangkan yaitu saham biasa (commont stock) dan saham preferen (preferent stock)

Saham biasa adalah saham yang tidak memperoleh hak istimewa. Pemegang saham biasa mempunyai hak untuk memperoleh deviden selama perusahaan memperolah keuntungan. Pemilik saham mempunyai hak suara pada RUPS (rapat umum pemegang saham) sesuai dengan jumlah saham yanga dimiliki (one share one vote).  Pada likuiditas perseroan, pemilik saham memiliki hak memperoleh sebagian dan kebanyakan kekayaan setelah semua kewajiban dilunasi.

Saham preferen merupakan saham yang diberikan atas hak untuk mendapatkan deviden dan/atau bagian kekayaan pada perusahaan likuidasi lebih dulu dari saham biasa. Di samping itu mempunyai preferensi mengajukan usul pencalonan direksi/komisaris. Saham preferen mempunyai cirri-ciri penggabungan dari utang dan modal sendiri (debt and equity). Ciri-ciri yang penting dari saham perferen adalah sebagai berikut.

  1. Hak utama atas deviden.

Mempunyai hak lebih dulu untuk menerima deviden

  1. Hak utama atas aktiva perusahaan

Dalam likuidasi, pemegang saham pemegang saham preferen berkedudukan sesudah kreditur biasa tetapi sebelum pemegang saham biasa.

  1. Penghasilan tetap.

Penghasilan pemegang saham pereferen biasannya berupa jumlah yang tetap.

  1. Jangka waktu yang todak terbatas.

Umumnya saham preferen dikeluarkan dengan jangka waktu yang pendek atau tebatas. Akan tetapi sham inj dapat juga dikeluarkan dengan syarat bahwa perusahaan mempunyai hak untuk membeli kembali dengan harga tertentu.

  1. Tidak mempunyai hak suara.

Tidak memiliki hak suara dalam rapat umum pemegang saham.

  1. Saham preferen komulatif.

Dalam hal ini deviden yang tidak terbayar kepada pemegang saham preferen teteap menjadi utang perusahaan dan harus dibayar dalam tahun tersebut atau tahun-tahun berikutnya bilamana perusahaan mendapat laba yang mencukupi.

Saham mempunyai 3 macam nilai yaitu :

  1. Nilai nominal, yaitu nilai yang tercantum dalam saham tersebut.
  2. Nilai efektif, yaitu nilai yang tercantum pada kurs resmi kalau saham kalu sham tersebut diperdagangkan di bursa.
  3. Nilai intrinsic, yaitu nilai saham pada saat likuidasi.

Perbedaan Saham atas nama dengan saham atas tunjuk

[table id=2 /]

Obligasi adalah surat tanda pinjaman uang yang mempunyai jangka waktu tertentu. Biasannya lebih dari satu tahun. Dengan demikian, pada hakikatnya obligasi adalah suatu tagihan uang atau beban/tanggungan pihak yang menerbitkan atau/pembeli obligasi memperoleh keuntungan berupa tingkat bunga tertentu yang dibayarkan oleh perusahaan yang mengeluarkan obligasi tersebut.

Obligasi dapat dikeluarkan atas unujk dan atas nama . jika obligasi atas unjuk dikeluarkan atas unjuk, maka dalam hal ini pemegang obligasi dianggap sebagai pemilik obligasi seperti juga selembar uang ribuan menjadi mili orang yang memegangnya. Obligasi seperti ini sangat mudah diperdagangkan, karena sangat mudah dipindahtangankan dan dijual kepada pihak ketiga. Sedangkan obligasi atas nama menuntut bahwa perusahaan harus membuat suatu daftar nama pemegang obligasi. Obligasi seperti ini kurang mudah dipindahtangankan dan dijual kepada pihak ketiga, akan tetapi memberikan jaminan keamanan dari bahaya pencurian bagi pihak ketiga, akan tetapi memberihan jaminan keamanan bagi pemiliknya. Pada obligasi dilampirkan kupon dan talon. Kupon merupakan bukti untuk menerima pembeyaran bunga pada tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan sedangkan talon merupakan bukti untuk memperoleh lembaran kupon-kupon yang baru apabila kupon yang lama telah habis dipakai. Di samping jenis obliges yang telah disebutkan diatas, ada obligasi lainnya yang sifatnya khusus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *